blog ini hanya untuk mengisi waktu luang saya :)

Selasa, 25 Juni 2013

Ngayal, pernah kepikiran ini gak?

Ditemani dengan alunan lagu a Thousand years - Christina perri. aku mulai mengetik kata demi kata (cieileeh.. lebai)
ya, bisa di bilang lebay. cerita ini termasuk salah satu kelebaian-ku.
Come On To Listen! Eh.. Reading deh.. :D
Tepat pukul 10 malam, dalam keadaan sadar (yaiya lah.. -__-) hehe..
dalam keadaan terduduk di atas tempat tidur-ku yang cukup empuk.. (ya.. cukupLah, Anggap aja gitu!) *garuk-garuk pipi*
OKe Mulai!



*alunan instrumen piano a thousand years pun mulai terdengar*

Fikiranku pun melayang, yang ku bayangkan saat ini adalah adegan dalam film Twilight tepatnya saat Breaking dawn Part I.
saat bella (di perankan oleh kristen stertwart) dengan gaun putihnya berjalan, setapak demi setapak bersama ayah nya (entah siapa namanya)
menuju Edward (di perankan oleh Robert Patinson). Yang kurasakan saat nonton adegan itu, bukan hanya adegan biasa
yang kurasakan adalah dalamnya cinta mereka sehingga mereka berani memutuskan untuk menikah.

*Heart beats fast,colours and promises, how to be brave. How can I love when I am affraid to fall* (alunan lagu mulai terdengar)

Yang ku fikirkan saat ini, bagaimana jika aku ada dalam posisi Bella saat itu, aku berjalan menuju meja "ijab kabul"
dan di sana telah menunggu sang-"Edward"-ku, dia menghadap kearah penghulu, namun ketika aku datang, mungkin dia menengok,
melihat kearah kedatanganku (Mungkin). dan saat itu, apa yang akan aku rasakan?
saat aku melihat expresi bella saat dalam upacara pernikahannya, dia begitu gugup, takut namun perasaan bahagia pasti ada dalam benaknya.
Apakah aku akan segugup itu? mungkin perasaan bahagia akan luput bersama kegugupan dan juga rasa takut nanti. semua ini terasa cepat.

*watching you stand alone, All of my doubt, suddenly goes away some how,..*

Ketika berjalan menuju meja "ijab qabul",aku melihat calon suamiku bersiap diri, dan saat itu pula hatiku menetapkan dan keraguan pun hilang.
dalam hatipun berbicara: "selamat tinggal masa lajang, selamat datang ke-dewasaan, selamat datang calon suamiku"
duduklah aku disampingnya,mulailah ijab kabul itu.
Calon suami baca ijab kabul :
"saya terima sertifikat mobil, STNK mobil, SIM, beserta kuncinya dengan menyerahkan uang sejumlah yang telah di sepakati dalam perjanjian"
"Gimana? apakah bapak dan semuanya, deal menyerahkan mobilnya?" kata penghulu ke wali.
"Deal.." jawab Wali dan saksi-saksi. (Jiaaa... >.<)

*....One step Closer*

Satu langkah telah berakhir, akhirnya aku telah menjadi seorang istri sah-nya.
kami sekarang bisa menyatukan rasa cinta dan kasih sayang ini. dengan sepenuh hati dan tanpa hambatan apapun.
(waduh, kaya yang bener-bener udah ngalamin aja)

*I have day every day waiting for you
darling don't be affraid, I have love you for a thousand years
I love you For a thousand More...
*

Duhh.. pas lirik lagu ini mah kagak kebayang.. >.<
mungkin seneng kali yah? ato gimana yah?
lanjutin nyanyi aja kali yah? (penulis malu nih! soalnya cuma ngebayangin aja, belum pernah ngalamin)
"Woi.. woi.. jangan timpukin penulis gitu donk!! khan cuma pengen cerita doank"
"Tuh kan, tuh kan.. yaudah.. sebagai gantinya penulis jadi penyanyi aja yah??"


_________________________tuuttttt_________________________

*penulis hilang dari permukaaan bumi ini, wkwkwkwkwkwkwk..*

Yang pasti, Setiap ada kejadian itu, setiap orang akan mengenangnya, sepanjang masanya, sepanjang hidupnya.
*kecuali klo amnesia*

Namun, sebelum semua Hal ini akan terjadi. Persiapkan semuanya, Karena Berharaplah dan semoga..
ini Hanya sekali untuk se-umur hidup mu dan Untuk SELAMANYA...


<><><> Ku tatap matanya, lalu ku katakan
"Siapkah kamu? Menjadi seseorang yang akan menjadi milik-ku dan memiliki-ku selamanya?"
<><><><><><><><><><>

Read More

Jumat, 07 Juni 2013

for Last Second

Mungkinkah judul di atas itu salah? *berharap*
kami, memiliki rencana untuk pindah tempat tinggal, karena tempat tinggal kami sudah kurang nyaman untuk di tempati. Terutama peraturan untuk tinggal di kosan ini, tak boleh membawa peralatan elektronik, tidak boleh ada seorang pun yang ikut menginap walau hanya 1 malam, walau itu adalah keluarga. Namun, karena kami juga memiliki keinginan kebersamaan keluarga untuk merasakan tempat tinggal yang selama ini kami rasakan, yah, menurutku itu wajar. toh hanya sehari, emang bakalan ngabisin Listrik banyak? bakalan ngabisin air se-Pam? aku fikir nggk selebai itu.
Hari ini, tepat saat kami pulang dari kantor, kami berencana pergi mencari tempat kosan yang baru, sebenarnya bukan untuk aku, tapi untuk dia. sempat sedih dia akan pindah, namun ini mungkin yang terbaik. Ini bukan pertama kali kami mencoba untuk mencari tempat kosan yang baru, ini adalah yang ke-3 kalinya kami mencoba mencari. Tapi hasilnya memang tak ada. sebenarnya ada kosan yang kosong. hanya tas sesuai budget kami, ya aku dan dia juga.
Namun kali ini mungkin dia benar-benar akan keluar, dan pastinya pindah dari tempat tinggal ini.
tak ada pilihan lain karena kesal dengan peraturan dan penjaga kosan yang banyak aturan dan yahh.. selalu ada apa-apa, tambah biaya. padahal setau kami, kami telah membayar untuk jatah bulan ini sebulan yang lalu.
Walaupun kosan lain akan sama harganya, namun Fasilitas yang di berikan mungkin akan lebih seimbang dengan harga yang di berikan, ya memang kami ini terlalu mempertimbangkan. Namun kami hanya butuh tempat untuk berteduh setiap malam (saja) dan menitipkan barang-barang kami dikala siang atau hari libur. Toh, seandainya kami memiliki tempat tinggal pribadi di kota ini, kami tak akan mempermasalahkan Biaya Kos.
***
Dengan wajah sedikit kecewa, kami kembali ke kosan karena kami (lagi-lagi) tak berhasil menemukan kos yang cocok.
Inilah hidup di "Negeri Orang", dan kami harus memahami itu. sesekali melihat Rumah besar tak terlihat penghuninya, aku berfikir, bisakah jika ada 7 kamar di dalam rumah itu, sisihkan untuk kami hanya 2 buah saja, dari pada di tinggal tak jelas (tentu saja tidak mungkin).
***
Berfikir, lagi-lagi aku berfikir, bagaimana agar dia nyaman tinggal di kosan, mungkin harus pindah. aku sendiri, tak tau akan ikut pindah atau tidak, karena aku sadar, banyak urusan lain selain mempermasalahkan kosan yang tak nyaman, menurutku ini sebuah tantangan, yang penting aku bisa tidur di tempat yang teduh saat waktunya aku tertidur. ya, memang aku selalu ada masalah untuk masalah keuangan (maklum perempuan).
Aku benar-benar tak tega liat dia tak nyaman di tempat ini, maka dari itu aku ikut mencarikannya.
***
Saat Malampun tiba, seperti biasa aku tak bisa tidur, ku tuangkan air kedalam gelas, aku berdo'a agar Allah dapat menguatkan aku untuk esok hari, entah apa dalam fikiranku, Ini sungguh tiba-tiba datang, Sedikit demi sedikit aku tebawa alunan lagu "Jar Of Heart-Christina Perri" yang sengaja kuputar untuk meramaikan suasana kamar yang sunyi, tak terasa air dalam mata ini sedikit demi sedikit keluar, menetes, ku arahkan pandanganku ke arah dinding dimana dinding ini adalah pembatas antara kamarku dengan kamarnya, aku pun berfikir, mungkin beberapa hari kedepan, kamar itu akan kosong, di balik dinding ini, tak akan ada seseuatu yang akan membuatku tersenyum ketika dia bernyanyi, tak akan ada suara dimana dia menutup pintu lemarinya, yang selalu menjadi ciri khas dimana dia pulang dan dia sedang menyimpan sesuatu di lemarinya, tak ada seseorang lagi yang bisa menenangkan ku ketika aku takut atau jatuh sakit, "kepada siapa aku harus bebicara nanti?" tiba-tiba pertanyaan itu timbul dalam benakku.
sebenarnya aku belum siap, belum siap untuk kepergiannya.
Apa yang aku rasakan? mengapa aku sedih? takut? sungguh tak pantas perasaan ini.
Namun hal ini pasti yang akan selalu aku Rindukan.
Terdengar suara batuk-nya dia di dalam kamarnya, tiba-tiba hati ku berkata "Sayang,jaga dirimu ya!"
Entah perasaan apa ini? Aku tak boleh begini!

Pasti akan ada pelajaran dan kebaikan di balik semua ini.
walaupun "Dear, it took so long just to feel alright, Remember how you put the Light in My eyes".

 This is photo when I write this article:



I was spending many tissues, For wiped my tears


I'll miss you so Much :'(


Sorry, and thanks about what you lesson to me
~I don't know what happen with me, I don't care How important or Unimportant am I crying, Just Love Who know the Answer~

*Maaf jika ini terlalu lebai untuk di tangisi, terkadang ingin juga aku tertawa, hanya pindah tempat tinggal saja sudah sesedih ini? (Oh God! Please), padahalkan kami masih satu kantor*


#PenulisTerlaluLebai
Read More
right copy by marlina. 2013. Diberdayakan oleh Blogger.

© My Space Life, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena