Ditemani dengan alunan lagu a Thousand years - Christina perri. aku mulai mengetik kata demi kata (cieileeh.. lebai)
ya, bisa di bilang lebay. cerita ini termasuk salah satu kelebaian-ku.
Come On To Listen! Eh.. Reading deh.. :D
Tepat pukul 10 malam, dalam keadaan sadar (yaiya lah.. -__-) hehe..
dalam keadaan terduduk di atas tempat tidur-ku yang cukup empuk.. (ya.. cukupLah, Anggap aja gitu!) *garuk-garuk pipi*
OKe Mulai!
*alunan instrumen piano a thousand years pun mulai terdengar*
Fikiranku pun melayang, yang ku bayangkan saat ini adalah adegan dalam film Twilight tepatnya saat Breaking dawn Part I.
saat bella (di perankan oleh kristen stertwart) dengan gaun putihnya berjalan, setapak demi setapak bersama ayah nya (entah siapa namanya)
menuju Edward (di perankan oleh Robert Patinson). Yang kurasakan saat nonton adegan itu, bukan hanya adegan biasa
yang kurasakan adalah dalamnya cinta mereka sehingga mereka berani memutuskan untuk menikah.
*Heart beats fast,colours and promises, how to be brave. How can I love when I am affraid to fall* (alunan lagu mulai terdengar)
Yang ku fikirkan saat ini, bagaimana jika aku ada dalam posisi Bella saat itu, aku berjalan menuju meja "ijab kabul"
dan di sana telah menunggu sang-"Edward"-ku, dia menghadap kearah penghulu, namun ketika aku datang, mungkin dia menengok,
melihat kearah kedatanganku (Mungkin). dan saat itu, apa yang akan aku rasakan?
saat aku melihat expresi bella saat dalam upacara pernikahannya, dia begitu gugup, takut namun perasaan bahagia pasti ada dalam benaknya.
Apakah aku akan segugup itu? mungkin perasaan bahagia akan luput bersama kegugupan dan juga rasa takut nanti. semua ini terasa cepat.
*watching you stand alone, All of my doubt, suddenly goes away some how,..*
Ketika berjalan menuju meja "ijab qabul",aku melihat calon suamiku bersiap diri, dan saat itu pula hatiku menetapkan dan keraguan pun hilang.
dalam hatipun berbicara: "selamat tinggal masa lajang, selamat datang ke-dewasaan, selamat datang calon suamiku"
duduklah aku disampingnya,mulailah ijab kabul itu.
Calon suami baca ijab kabul :
"saya terima sertifikat mobil, STNK mobil, SIM, beserta kuncinya dengan menyerahkan uang sejumlah yang telah di sepakati dalam perjanjian"
"Gimana? apakah bapak dan semuanya, deal menyerahkan mobilnya?" kata penghulu ke wali.
"Deal.." jawab Wali dan saksi-saksi. (Jiaaa... >.<)
*....One step Closer*
Satu langkah telah berakhir, akhirnya aku telah menjadi seorang istri sah-nya.
kami sekarang bisa menyatukan rasa cinta dan kasih sayang ini. dengan sepenuh hati dan tanpa hambatan apapun.
(waduh, kaya yang bener-bener udah ngalamin aja)
*I have day every day waiting for you
darling don't be affraid, I have love you for a thousand years
I love you For a thousand More...*
Duhh.. pas lirik lagu ini mah kagak kebayang.. >.<
mungkin seneng kali yah? ato gimana yah?
lanjutin nyanyi aja kali yah? (penulis malu nih! soalnya cuma ngebayangin aja, belum pernah ngalamin)
"Woi.. woi.. jangan timpukin penulis gitu donk!! khan cuma pengen cerita doank"
"Tuh kan, tuh kan.. yaudah.. sebagai gantinya penulis jadi penyanyi aja yah??"
_________________________tuuttttt_________________________
*penulis hilang dari permukaaan bumi ini, wkwkwkwkwkwkwk..*
Yang pasti, Setiap ada kejadian itu, setiap orang akan mengenangnya, sepanjang masanya, sepanjang hidupnya.
*kecuali klo amnesia*
Namun, sebelum semua Hal ini akan terjadi. Persiapkan semuanya, Karena Berharaplah dan semoga..
ini Hanya sekali untuk se-umur hidup mu dan Untuk SELAMANYA...
<><><> Ku tatap matanya, lalu ku katakan
"Siapkah kamu? Menjadi seseorang yang akan menjadi milik-ku dan memiliki-ku selamanya?"<><><><><><><><><><>
ya, bisa di bilang lebay. cerita ini termasuk salah satu kelebaian-ku.
Come On To Listen! Eh.. Reading deh.. :D
Tepat pukul 10 malam, dalam keadaan sadar (yaiya lah.. -__-) hehe..
dalam keadaan terduduk di atas tempat tidur-ku yang cukup empuk.. (ya.. cukupLah, Anggap aja gitu!) *garuk-garuk pipi*
OKe Mulai!
*alunan instrumen piano a thousand years pun mulai terdengar*
Fikiranku pun melayang, yang ku bayangkan saat ini adalah adegan dalam film Twilight tepatnya saat Breaking dawn Part I.
saat bella (di perankan oleh kristen stertwart) dengan gaun putihnya berjalan, setapak demi setapak bersama ayah nya (entah siapa namanya)
menuju Edward (di perankan oleh Robert Patinson). Yang kurasakan saat nonton adegan itu, bukan hanya adegan biasa
yang kurasakan adalah dalamnya cinta mereka sehingga mereka berani memutuskan untuk menikah.
*Heart beats fast,colours and promises, how to be brave. How can I love when I am affraid to fall* (alunan lagu mulai terdengar)
Yang ku fikirkan saat ini, bagaimana jika aku ada dalam posisi Bella saat itu, aku berjalan menuju meja "ijab kabul"
dan di sana telah menunggu sang-"Edward"-ku, dia menghadap kearah penghulu, namun ketika aku datang, mungkin dia menengok,
melihat kearah kedatanganku (Mungkin). dan saat itu, apa yang akan aku rasakan?
saat aku melihat expresi bella saat dalam upacara pernikahannya, dia begitu gugup, takut namun perasaan bahagia pasti ada dalam benaknya.
Apakah aku akan segugup itu? mungkin perasaan bahagia akan luput bersama kegugupan dan juga rasa takut nanti. semua ini terasa cepat.
*watching you stand alone, All of my doubt, suddenly goes away some how,..*
Ketika berjalan menuju meja "ijab qabul",aku melihat calon suamiku bersiap diri, dan saat itu pula hatiku menetapkan dan keraguan pun hilang.
dalam hatipun berbicara: "selamat tinggal masa lajang, selamat datang ke-dewasaan, selamat datang calon suamiku"
duduklah aku disampingnya,mulailah ijab kabul itu.
Calon suami baca ijab kabul :
"saya terima sertifikat mobil, STNK mobil, SIM, beserta kuncinya dengan menyerahkan uang sejumlah yang telah di sepakati dalam perjanjian"
"Gimana? apakah bapak dan semuanya, deal menyerahkan mobilnya?" kata penghulu ke wali.
"Deal.." jawab Wali dan saksi-saksi. (Jiaaa... >.<)
*....One step Closer*
Satu langkah telah berakhir, akhirnya aku telah menjadi seorang istri sah-nya.
kami sekarang bisa menyatukan rasa cinta dan kasih sayang ini. dengan sepenuh hati dan tanpa hambatan apapun.
(waduh, kaya yang bener-bener udah ngalamin aja)
*I have day every day waiting for you
darling don't be affraid, I have love you for a thousand years
I love you For a thousand More...*
Duhh.. pas lirik lagu ini mah kagak kebayang.. >.<
mungkin seneng kali yah? ato gimana yah?
lanjutin nyanyi aja kali yah? (penulis malu nih! soalnya cuma ngebayangin aja, belum pernah ngalamin)
"Woi.. woi.. jangan timpukin penulis gitu donk!! khan cuma pengen cerita doank"
"Tuh kan, tuh kan.. yaudah.. sebagai gantinya penulis jadi penyanyi aja yah??"
_________________________tuuttttt_________________________
*penulis hilang dari permukaaan bumi ini, wkwkwkwkwkwkwk..*
Yang pasti, Setiap ada kejadian itu, setiap orang akan mengenangnya, sepanjang masanya, sepanjang hidupnya.
*kecuali klo amnesia*
Namun, sebelum semua Hal ini akan terjadi. Persiapkan semuanya, Karena Berharaplah dan semoga..
ini Hanya sekali untuk se-umur hidup mu dan Untuk SELAMANYA...
<><><> Ku tatap matanya, lalu ku katakan
"Siapkah kamu? Menjadi seseorang yang akan menjadi milik-ku dan memiliki-ku selamanya?"<><><><><><><><><><>


