blog ini hanya untuk mengisi waktu luang saya :)

Rabu, 24 Juli 2013

Natural story of us

sudah 2 hari berlalu dia diam tanpa kata.
hari pertama aku merasa bersalah karena membangunkannya sahur jam 4:00 am, ya memang waktu tersisa hanya 35 menit lagi menuju imsak.
aku merasa dia diam karena aku telat membangunkannya sahur. Aku memang sedang tidak shaum saat itu, karena sedang halangan.
hari pada malam hari setelah hari pertama, aku janji akan membangunkannya sahur jam 3:00 am, aku nyalakan alarm ku dan ku pasang dengan jarum panjang di angka 12 dan jarum pendek di angka 3 pas.
saat tiba jam 3:00, jam weker ku pun berdering dengan berisiknya.
aku bangun, ku matikan jam itu, saat itu aku benar-benar tidak sadar akan niat ku membangunkannya.
aku fikir, "ah, sedang halangan sahurnya nanti pagi saja" aku berkata dalam alam bawah sadar ku.
tiba-tiba terdengan suara alarm lain, sepertinya suara alarm berasal dahi handphone, aku pun terbangun.
ku lihat jam weker ku, "Hah?? udah jam 5:00?"
Huwaaaa... saat itu aku sedikit panik, aku berdiri dari tempat tidur, ingin sekali aku mengetuk pintunya dan minta maaf.
aku sangat yakin dia juga tidak bangun saat sahur tadi.
dia adalah tetangga kosan ku, dia juga teman sekantor ku. ya dia juga adalah....|tak usah di bahas|

lalu terfikir dalam benak ku untuk mengirimkannya pesan dan minta maaf, aku ingat batrei blackberry ku aku lepas karena aku chas di destop (maklum gk ada chargernya)
lalu ku pasang batrei itu, dan menunggunya loading beberapa saat...

*****

"Treeeng"
ringtone Whatsapp ku, oh ternyata BB (blackberry) nya udah nyala.
aku buka whatsapp ku, hummh.. ternyata dia yang mengirimkan pesan, pesannya begini:

Dia: "mau di beliin aer galon gak? kalo mau keluarin galonnya sekarang!"
dikirim jam 10:28pm

humhhh :) saat itu aku tersenyum, ternyata dia inget kalo air galon ku udah habis. Hah? jam 10:28 pm? jam 10 malem donk? duwh.. dia tidur malem deh kayanya.
aku pun semakin panik dan yakin kalau dia memang gak sahur.
lalu aku balas pesan whatsappnya.

Aku: "ka.. :(, kaka tadi sahur gak? maaf aku ketiduran, gk bangunin kaka >.< :( :'( "

tidak di balas, ya aku yakin dia masih tertidur.

*****

"Treeeng"

ada pesan, lalu aku buka, ternyata dia membalas

Dia: "G"
dikirim jam 8:25am

"Whaaaatttsss??? gak sahurr? Huwaaaaa... jadi tambah bersalaaaahh :(" di pastikan dia akan cemberut lagi hari ini.
ya sudah lah :'(

lalu dia whatsapp lagi

Dia: "Q mau ke yogya (store) sekarang sore, jam 5, kalo mau ikut, jam 5 pas harus udah siap"

Aku: "Siap"


lalu ku kerjakan kerjaan ku, dan ku mulai membuat laporan kurang dari jam 5, karena aku tau dia mengajak ku pergi ke yogya.


*****


Akhirnya jam 5 (sore) pun tiba, dan kami dan satu teman kantor kami pergi ke yogya untuk berbelanja.
tanpa tujuan, tanpa tau apa mau aku lakukan aku pun ikut. niat ku, hanya ingin menemani dia.

sesampai di yogya, kami berbelanja, dan mengantar teman kami berbelanja.
dia? dia masih dingin -__-, berjalan sendiri, akhirnya aku ikuti teman ku yang berbelanja.
kami tidak saling tanya. rasanya.. seakan salah tingkah. >.<

akhirnya adzan magrib pun tiba, kami sudah selesai berbelanja.
"ka, udah adzan, beli minum dulu atuh..!" kata ku pada dia
"nggk" jawabnya singkat
 kami turun dari eskalator, dan teman kami pun pamit pulang, akhirnya tinggal aku dan dia
dia berniat beli baju, dan akhirnya aku mengikutinya ke counter baju-baju.

"sini, belanjaan kamu aku yang bawa" kataku, yang melihat dia ribet bawa belanjaan yang dia beli di yogya store
"gk usah" jawabnya sambil berlalu untuk pilih-pilih pakaian, lagi-lagi singkat. :|

aku mengikutinya dari belakang, dia pun pergi menjauh, menjauh.
hahh.. sudah lah, aku juga pilih-pilih pakaian saja biar gk terlalu di sangaka apaa gitu.

lalu ketika aku ikut pilih-pilih pakaian, dia pergi ke ruang ganti.
aku pun ikut, untung ada tempat duduk untuk menunggu, jadi langsung saja aku duduk di sana.

"serasa serba salah, dia diam. maksudnya apa ya Allah" kata ku dalam hati
apakah aku harus mengunggu sampai dia selesai belanja dengan keadaan aku di cuekin, diliatin SPG, Oh my god >.<
atau aku izin pulang saja.
tiba-tiba air mataku menetes, sakit hati ya Allah.. maksud dia apa? dia yang ajak aku kesini tapi dia malan cuekin aku.

lalu dia pun keluar dari kamar ganti, aku pun cepat menghapus air mataku, ketika aku berdiri dan mau bicara ("gimana bajunya cocok gak?").
dia menghiraukan, dia pergi ke tempat baju-baju lagi.

aku pun duduk lagi. aku berfikir, lagi lagi berfikir, aku harus bagaimana?
ini harus bagaimana?
lalu aku menguatkan diriku untuk bertahan menemaninya berbelanja, aku pergi ketempat dia berada.
aku ikuti, sampai dia melewat di hadapan ku, dan berkata
"kalau mau pulang duluan, pulang aja!"

Haaahhhh? maksudnya apa ini? |sebenarnya air mata yang tadi sempat keluar, ingin ku keluarkan lagi dengan lebih derasnya|

"owh, yaudah aku pulang" kataku sambil berlalu

jujur, sakit hati ini, tak dapat ku bendung air dalam pelupuk mata, "apa ini maksudnya?" terus, terus dan terus aku bertanya dalam hati.
dengan langkah cepat aku menuruni eskalator, untungnya langsung ke lantai pertama.
dengan cepat pula air mata ku mengalir di pipiku. dan meneteskannya beberapa kali.
sesekali ku usap karena pandangan ini mulai kabur gara-gara air mata yang membendung.

aku berlari, berlari menuju kamar kos ku.

*****

Sesampainya di kosan.
ku tutup pintu kamar, ku biarkan lampu mati, aku menangis.
apa ini maksudnya? tapi aku tidak marah padanya. benar, benar aku tidak marah, aku hanya sakit hati saja. aku tidak menyalahkannya.
bahkan aku rela menangis saja karena sakit ini.

"Treeeng" bunyi ringtone whatsappku

Dia: "udah beli makan? lagi dimana sekarang?"
aku: "blm.kosan"
Dia: "knp belum?, q mau makan di luar, mau bareng?" |apa lagi coba ini maksudnya, tadi nyuruh    pulang :(|
Aku: "sok aja, makasih"
dia: "mau bikin mie di kosan?"
aku: "nggk tau"
dia: "hmmm.. pengen sakit, yaudah terserah" |inget juga ternyata dia sama kesehatan aku|
aku: "iya" |iya maksud ku bukan aku pengen sakit,iya maksudku, iya terserah aku!|
dia: "iya iya,makanlahhh.. katanya bilang tadi percuma seharian gak makan, jadi ikut sahu,terus buka? aneh!"
aku: "pergi! kamu bukan dienal!" |aku benar-benar sakit hati, dia benar-benar bukan dienal yang aku kenal hanya itu yang ada dalam benak ku, pastinya aku sambil menangis|
dia: "haha.. suruh siapa?" |maksudnya apaan sih? aneh|
aku: "kamu bukan DIENAL!" |mungkin dengan di caps, cukup memperjelas|
dia: "emang, saya mohammad dienal guitara"
aku: "bukan!"
dia: "maaf kalo merasa risih, kalo saya lagi bedmood ya kaya gini"
aku: "iya, pelampiasannya udah kaya kemusuh"
dia: "gak suka? gak usah kenal! gitu aja ko' repot"  |Whaatsss??|
aku: "gampang banget udah kaya ngelupain sampah aja!"
dia: "wkwkwkwkwkw,yaudah sekarang mah gini aja, berhubung saya laper, mau makan di luar gak kamu? ato mau nitip?"
aku: "gak mau, ntar di usir lagi! gk usah nitip, ntar aku sendiri aja yang beli"
dia: "emang tadi saya ngusir?, tkut kamu males nungguin, bete, sebel. makannya di tawarin kalau mau pulang duluan sok"
aku: "emang selama ini kalau kamu belanja aku pernah bilang males nungguin kamu? sampai lagi sakit pun aku anter kamu perasaan mah!"
dia: "ya tadi keliatannya kata gitu, gk maksa anter kamu lagi sakit"
aku: "aku gak salahin kamu ko', aku cuma gak setuju kalau kamu bilang, 'emang tadi saya ngusir?,    tkut kamu males nungguin, bete, sebel'"
     "sok kamu mau beli makan mah, beli aja dari pada nungguin aku mau, udah makan aku mah.."
dia: "makan apa?"
aku: "makan ati!"
dia: "hummmm :(, maaf.. lagi emosi tadii.. :("
aku: "emosi sama aku?"
dia: "sama diri aku sendiri, mungkin kamu kena imbasnya :(, mau batagor? batagor kuah ato kering?"   |hei, mulai mengalihkan pembicaraan dg batagor, ini belum selesai!|
aku: "humh, harus bisa bedain atuh, gak boleh gini!"
dia: ">.<"
aku: "bukan kamu aja yang punya perasaan, yang punya emosi jiwa. orang lain juga punya"     |termasuk Gue!|
dia: "iyalah.. :(, :'("
aku: "sok mau beli makan mah makan, tadi khan kamu gak sahur, sok makan ya,, yang cukup! sok tenang aja makannya, gpp da. gak usah fikirin aku mau makan atau enggak juga, aku mau ke bawah da"
dia: "belum makan, ini deket tukang batagor"
aku: "sok atuh kamu beli batagor!
dia: "mau batagor? kuah ato kering?"     |udah kaya tukang batagor aja nih|
aku: "gk, aku kebawah aja, kamu mau makan dimana gitu?
dia: "gk tau, lagi diem di tukang batagor"
aku: "jadi belum pesen batagor?"
dia: "belum, mau beli makan bareng gk kamu? kalo nggk, aku mau ke kosan!"       |yahh.. berarti dia gk akan makan juga donk, yaudah|
aku: "iya iya, hayu beli yuk! aku lagi turun, batagor mana?
dia: "biasa"

~*****~

dan akhirnya aku turun ke bawah (karena kosan ku di lantai 3)
aku temui dia, dia senyum |akhirnyaaaa.. senyum manisnya keliatan jugaaa.. yah, begitu lah kira-kira dalam hati ku bicara|

lalu kami pergi ke sebuah kedai untuk makan bersama disana.
aku pesan lemon tea, aku duduk di depannya, kami makan berhadapan, tapi dia lebih memilih melihat piringnya dari pada melihat aku |ya iya lah, kebayang lapernya, wkwkwkwk|

tiba-tiba
"tuing tuing, tuing tuing"
hah? suara bbm?

lalu aku buka pesan itu, dari teman ku..
"ceu..udah baikan sekarang?" katanya
"udah, ini lagi makan bareng :')" kata ku
"naaa ateuh" katanya lagi
"hehe.. cepet ya (baikannya)?  kata ku
"emang kamu mah susah di tebak ceu! kayaknya "JODOH" " katanya lagi..

aamiin... kata ku dalam hati, sambil senyum melihat dia yang sedang lahap makan di hadapanku.
ku simpan hape ku, dan ku lanjutkan makannya. :)

yeah, this is we are




happy ending bukan?
wkwkwkwk..
ini cerita natural..







love will perfect, if you always beside me












                                                       
Read More
right copy by marlina. 2013. Diberdayakan oleh Blogger.

© My Space Life, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena