"apa?" teriak seseorang.
"apa sih?"
"hallo? haloo?? ihh.. apa sih? gak jelas banget! ck, no nya di private lagi!" dengus Minna sambil kesal dan menutup teleponnya, minna sedang duduk di bangku yang berada di pinggir di tempat menunggu kereta. wajahnya yang terlihat merah, kesal, sesekali menengok jam di ponselnya, sambil tengok kanan, tengok kiri, sepertinya sedang menunggu seseorang.
"lama banget sihh" kata minna dalam hati, dan memutuskan untuk berdiri, karena malu dari tadi sibuk sendiri, teriak-teriak nggk jelas.
tiba-tiba saat melihat ponsel sambil modar-mandir, mata minna jadi gelap.
"Awww" teriak minna sambil memegang matanya, ternyata yang ia tangkap dua buah tangan yang menutupi matanya.
"siapa sih?? jangan macem-macem coba!! lepasinn!!" teriak minna sambil mencoba melepaskan tangan yang menutupi matanya.
"ayooo bisa lepasin nggk...minna cerewet!!" kata seseorang dengan suara tegas namun lembut, sepertinya suara pria.
"hum'ummmm"
"awwww" teriak minna lagi, sambil memegang pipinya, yang ternyata ketika matanya dibuka, orang itu malah mencubit pipinya.
lalu minna membalikan badannya, dan tampaklah seseorang yang ramah, dengan wajah yang ia kenali, dengan senyumnya yang khas.
"kamuuu.." kata minna lagi, dengan suara kesal dan sedikit malu dan manja.
"apa? udah lama nunggu yah?" kata pria itu, dengan nada yang ramah.
"iya lah!!" kata minna sambil cemberut.
"suruh siapa nunggu disini? ngeyel sih! di suruh nunggu di rumah aja, malah maksa pengen kesini"
kata pria itu sambil berlalu.
"Iyyyhhh... Heii.. Tungguin Ka!!"sambil berlari kecil, dan menangkap lengan pria yang di panggilnya Kaka itu.
Hei, ini kaka aku, sebenarnya kaka boongan sih, sebenarnya bukan kaka, dia hanya temen aku, temen seangkatan waktu SMA. Hanya, waktu pertama kali aku bertemu dengan kaka itu, eh, nama nya bukan kaka, tapi nama lengkapnya Dienal Maicka. Dia itu.. ramah, saat itu aku nggk mau kenal dengan cowok-cowok di sekolah aku, tapi pas waktu itu ada kegiatan osis di sekolah, kebetulan aku sekertaris osis, kalau dia sih bagian humas, pas aku di tugasin buat mengunjungi sekolah-sekolah untuk membagikan undangan kesekolah, ternyata aku di tugasin sama dia. eh karena dia baik, aku jadi deket sama dia sampai sekarang deh. pokoknya ceritanya panjang.
"heh!! koq bengong sih minna, ayo naik!!"
"Hah?? apa?" tanpa aku sadari ternyata aku hapir aja ketinggal bus karena kelamaan bengong di pinggir halte, dan ternyata sudah keluar dari stasiun. humh, terlalu lama berkhayal flashback.
Bersambung...
"apa sih?"
"hallo? haloo?? ihh.. apa sih? gak jelas banget! ck, no nya di private lagi!" dengus Minna sambil kesal dan menutup teleponnya, minna sedang duduk di bangku yang berada di pinggir di tempat menunggu kereta. wajahnya yang terlihat merah, kesal, sesekali menengok jam di ponselnya, sambil tengok kanan, tengok kiri, sepertinya sedang menunggu seseorang.
"lama banget sihh" kata minna dalam hati, dan memutuskan untuk berdiri, karena malu dari tadi sibuk sendiri, teriak-teriak nggk jelas.
tiba-tiba saat melihat ponsel sambil modar-mandir, mata minna jadi gelap.
"Awww" teriak minna sambil memegang matanya, ternyata yang ia tangkap dua buah tangan yang menutupi matanya.
"siapa sih?? jangan macem-macem coba!! lepasinn!!" teriak minna sambil mencoba melepaskan tangan yang menutupi matanya.
"ayooo bisa lepasin nggk...minna cerewet!!" kata seseorang dengan suara tegas namun lembut, sepertinya suara pria.
"hum'ummmm"
"awwww" teriak minna lagi, sambil memegang pipinya, yang ternyata ketika matanya dibuka, orang itu malah mencubit pipinya.
lalu minna membalikan badannya, dan tampaklah seseorang yang ramah, dengan wajah yang ia kenali, dengan senyumnya yang khas.
"kamuuu.." kata minna lagi, dengan suara kesal dan sedikit malu dan manja.
"apa? udah lama nunggu yah?" kata pria itu, dengan nada yang ramah.
"iya lah!!" kata minna sambil cemberut.
"suruh siapa nunggu disini? ngeyel sih! di suruh nunggu di rumah aja, malah maksa pengen kesini"
kata pria itu sambil berlalu.
"Iyyyhhh... Heii.. Tungguin Ka!!"sambil berlari kecil, dan menangkap lengan pria yang di panggilnya Kaka itu.
Hei, ini kaka aku, sebenarnya kaka boongan sih, sebenarnya bukan kaka, dia hanya temen aku, temen seangkatan waktu SMA. Hanya, waktu pertama kali aku bertemu dengan kaka itu, eh, nama nya bukan kaka, tapi nama lengkapnya Dienal Maicka. Dia itu.. ramah, saat itu aku nggk mau kenal dengan cowok-cowok di sekolah aku, tapi pas waktu itu ada kegiatan osis di sekolah, kebetulan aku sekertaris osis, kalau dia sih bagian humas, pas aku di tugasin buat mengunjungi sekolah-sekolah untuk membagikan undangan kesekolah, ternyata aku di tugasin sama dia. eh karena dia baik, aku jadi deket sama dia sampai sekarang deh. pokoknya ceritanya panjang.
"heh!! koq bengong sih minna, ayo naik!!"
"Hah?? apa?" tanpa aku sadari ternyata aku hapir aja ketinggal bus karena kelamaan bengong di pinggir halte, dan ternyata sudah keluar dari stasiun. humh, terlalu lama berkhayal flashback.
Bersambung...

0 komentar:
Posting Komentar